The PROFESSIONAL

- Info Lowongan Kerja -

Bahasa Indonesia English
  Home     Jual Beli Diskon     Forum     Beasiswa     Investasi     Profil    
Cari Lowongan Kerja  :

Login Pencari Kerja

Alamat Email

Kata Kunci




Lupa Kata Kunci ?

Pendaftaran

Upcoming Events



facebook lowongan kerja

twitter lowongan kerja

Blog Training On-Line Gratis

Info Lowongan Kerja

RSS Info Lowongan Kerja Terbaru

Jual Beli OnLine

Training On-Line Gratis



 
Detail Artikel
Daftar Artikel | Cari Artikel | Lebih banyak artikel tentang Success Story : Marketing | Artikel lain yang ditulis oleh


Jejak Kisah : Ir. Ciputra (Pengusaha Real Estate Sukses Indonesia)

by - 02/06/2009
 
"Sejak ditinggalkan ayahnya, Ciputra selalu membantu sang Ibu berjualan ku, menyelusuri jalanan untuk menawarkan kepada konsumen.
Di pagi harinya, Ciputra mengurus sapi piaraan, sebelum berangkat ke sekolah.
Usai mengurus sapi, lalu ia pergi ke sekolah."
 
Lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, pad atanggal 24 Agustus 1931.
Dibesarkan dari keluarga yang pas-pasan.
Anak bungsu dari tiga bersaudara, dari sepasang suazi-istri Tjie Siem Poe dan Lie Eng Nio.
Sudah terbiasa dengan pahit dan susahnya hidup di masa anak-anak.

Ketika berumur 6 tahun, Ciputra hidup bersama bibinya.
Ciputra dianggap sebagai pembantu oleh bibinya.
Ia selalu disuruh melakukan pekerjaan yang berat.
Bibinya berlaku keras kepada Ciputra kecil.
Walaupun begitu, Ciputra tetap mematuhi perintah dan suruhan bibinya itu.
Ia menerimanya sebagai tanggung jawab.
Kini, berkat bimbingan dan perlakuan keras dari bibinya, Ciputra sangat merasakan makna dari kerja keras tersebut.

Walaupun kesulitan dan kesedihan dilaluinya di masa kecil, Ciputra selalu bersikap sabar.
Ayah tercintanya dituding anti-Jepang oleh tentara penduduk Jepang.
Ayahnya, Tjie Siem Poe, ditangkap dan akhirnya harus meninggalkan Ciputra untuk selama-lamanya.
Ayahnya meninggalkannya pada saat usia 12 tahun.

Berat bagi Ciputra setelah ditinggalkan ayahnya, apalagi pada saat itu ia harus menjadi tulang punggung keluarganya.
Sejak ditinggalkan ayahnya, Ciputra selalu membantu sang Ibu berjualan ku, menyelusuri jalanan untuk menawarkan kepada konsumen.
Di pagi harinya, Ciputra mengurus sapi piaraan, sebelum berangkat ke sekolah.
Usai mengurus sapi, lalu ia pergi ke sekolah dengan menempuh perjalanan sepanjang 7 (tujuh) kilo dari rumahnya, itu dilaluinya dengan berjalan kaki.

Ciputra mengenyam pendidikan SMP di Gorontalo, tahun 1950.
SMA di Manado, tahun 1953.
Setelah menyelesaikan SM di Manado, Ciputra hijrah ke pulau Jawa.
Berkat ketekunannya, Ciputra berhasil masuk ke ITB (Institut Teknologi Bandung), jurusan Arsitektur.

Keputusan Ciputra untuk merantau ke pulau Jawa, setamat SMA, membuatnya semakin mandiri.
Sembari kuliah, Ciputra memanfaatkan kesempatan untuk mendirikan perusahaan bersama temannya, sebuah konsultan Biro Arsitek Daya Tjipta, yang dioperasikan di sebuah garasi.

Namun karena dianggapnya kurang sesuai dengan harapannya, akhirnya Ciputra memutuskan untuk membangun PT. Pembangunan Jaya, pada tahun 1962.
Proyek perdana yang digarapnya yaitu mengubah kawasan Senen. Kawasan Senen yang dulunya dikenal sebagai daerah pelacuran, kumuh, pusat pencopet, dan sebagai pusat kemiskinan, diubahnya menjadi kawasan yang tertib, bersih, dan modern.

Di tahun berikutnya, kawasan Senen telah berubah menjadi tempat bagi pebisnis dan pedagang.
Di tangan Ciputra, kawasan Senen diubahnya menjadi pusat perbelanjaan modern pertama dan terbaik di Jakarta.

Proyek keduanya adalah pembangunan Ancol.
Visi dari Ir. Soekarno, dan permintaan Gubernur DKI saat itu, Ali Sadikin, meminta Andol dijadikan seperti Disneyland di Amerika.
Usaha demi usa terus dilakukan untuk menjadikan Ancol seperti Disneyland.
Hasilnay, Ciputra berhasil menyejajarkan Ancol sebagai sepuluh besar kawassan wisata terbesar di dunia, dengan jumlah pengunjung 12 juta orang per tahunnya.

Jatuh bangun dan krisis moneter pada tahun 1997, tidak menyurutkan langkah Ciputra dalam berkarya dan terus membangun bangsa.
Perusahaan Ciputra tidak luput dari terpaan krisis moneter yang menerpa perekonomian Indonesia.
Bermodalkan kerja keras, akhirnya masa sulit krisi tersebut mampu dilewatinya.
Ia menata kembali keuangannya, dan melunasi utang-utangnya kepada pihak lain.
Dan Ciputra semakin piawai dalam bisnis property.

Hingga kini, Ciputra telah berhasil tidak hanya di dalam negeri Indonesia saja, melainkan juga telah mengembangkan sayap ke Vietnam, India, Kamboja, China, Polandia, dll.

 
comments powered by Disqus
  Home     About Us     Privacy     Terms & Conditions     FAQ     RSS Feed     SiteMap     Contact Us     Copyright © 2012