The PROFESSIONAL
- Recruitment and Career Development Agent - Phone / Fax : (031) 5966-532
- Office : Ruko Galaxy Bumi Permai Blok G-6 no. 18, Surabaya, Indonesia -

registrasi jobseeker lowongan kerja surabaya pasang lowongan kerja surabaya

lowongan kerja untuk jobseeker pasang lowongan kerja  
  Cari Lowongan Kerja 

Pencarian Pekerjaan Tingkat Lanjut »  
         
Pencari Kerja
Alamat Email
Kata Kunci
 
Registrasi
Lupa Kata Kunci ?
  Home
  Pendaftaran (Registration)
  Lupa Kata Kunci ?
  Jobmail
  Akun-ku
  Resume (CV) - ku
  Cari Lowongan Kerja
  Lowongan Kerja Bookmarked
  Jobseeker Support
Cari Lowongan Kerja 
Pencarian Pekerjaan Tingkat Lanjut »

Latest News

Program Djarum...
( - 28/07/2010)
Peluang Investasi ...
( - 23/07/2010)
Workshop Modul...
( - 16/07/2010)
 
Show All news >>

Upcoming Events

 No Event found!
Show All Events >>

Artikel Terbaru

Franchise : Sari Tebu
(Peluang Usaha - 02/07/2010)
Daftar perusahaan yang menyerap lulusan SMK Negeri Surabaya
(Lowongan Kerja - 09/12/2009)
Website Perusahaan BUMN dan Swasta
(Lowongan Kerja - 26/11/2009)
 
Tampilkan Semua Artikel >>

Resources Terbaru

Curriculum Vitae / Resume Example in English
( - 16/03/2009)
Tampilkan Semua Resources >>
facebook lowongan kerja twitter lowongan kerja Training On-Line Gratis


 
Detail Artikel
Daftar Artikel | Cari Artikel | Lebih banyak artikel tentang Success Story : Marketing | Artikel lain yang ditulis oleh

Jejak Kisah : Mochtar Riady (Bankir - Pendiri Group Lippo)

by - 03/06/2009
 
"Mochtar Riady sempat membuat dunia perbankan tercengang dengan kepiawaiannya dalam merubah bank yang sakit, menjadi bank yang sehat.
Atas kepiawaiannya ini, ia memperoleh julukan sebagai “The Magic Man of Bank Marketing”.
"
 
Mochtar Riady adalah anak seorang pedagang batik.
Ia dilahirkan pada tahun 12 Mei 1929, di Malang, Jawa Timur.
Kehidupan kecilnya selalu mengalami keculitan.
Setiap pergi ke sekolah, Mochtar kecil selalu harus pergi dengan berjalan kaki.
Pada saat itulah, ia sering melintas di sebuah gedung perbankan yang tampak mewah di matanya, kala itu.
Ia melihat para pegawainya, tampak sibuk dan selalu berpakaian rapi.
Dari situlah timbulkeinginan di benak Mochtar kecil untuk menjadi seperti mereka, menjadi seorang bankir.

Pada saat remaja, ketika berusia 18 tahun, Mochtar ikut berjuang melawan Belanda di Jawa Timur.
Ia ditangkap, dan dipenjara di Lowokwaru, Malang.
Kemudian ia diasingkan Belanda ke China.
Mochtar tak mau berdiam diri.
Di China, ia mengambil kesempatan belajar di salah satu perguruan tinggi di China, yaitu di University of Nanking.
Namun sayang, pada saat itu, China sedang berperang.
Ia terpaksa pergi.
Kemudian ia pergi ke Hongkong.
Ia menetap di sana hingga tahun 1950.
Kemudian ia kembali lagi ke Indonesia.

Sekembalinya ke Indonesia, ia tetap berkeinginan untuk menjadi seorang Bankir.
Tetapi ayahnya melarang secara tegas.
Ayahnya melarang Mochtar untuk masuk ke dunia perbankan.
Menurut ayahnya, pekerjaan seorang bankir itu hanya untuk orang kaya.
Walaupun ayahnya melarangnya, Mochtar tetap tidak pernah patah semangat.

Pada saat usianya 21 tahun, Mochtar menikah, dengan seorang gadis Jember, pilihannya sendiri.
Oleh mertuanya, Mochtar diminta untuk mengurus toko yang berukuran kecil.
Berkat kerja kerasnya, Mochtar mengembangkan toko kecil itu menjadi toko terbesar di Jember, hanya dalam waktu beberapa bulan saja.
Walaupun telah memiliki toko yang besar, Mochtar tetap berkeinginan mewujudkan impiannya menjadi seorang bankir.

Ia pun memutuskan untuk hijrah ke Jakarta.
Ia berkeinginan keras untuk menjadi seorang bankir di Jakarta.
Pada saat itu, umur pernikahannya baru sekitar 3 tahun.
Ia tidak memiliki kenalan di Jakarta.

Awalnay, di Jakarta, ia bekerja di perusahaan komanditer, di jalan Hayam Wuruk.
Tidak lama ia bekerja di tempat tersebut, hanya setengah tahun.
Kemudian ia beralih bekerja sebagai importer.
Di bidang ini, ia mulai berhasil, mulai melakukan kerjasama dengan rekan bisnis.
Rekan bisnis-rekan bisnis yang lain pun semakin berdatangan kepadanya.

Namun tetap, ia sangat ingin menjadi seorang bankir.
Dan keinginannya itu belum tercapai.
Akhirnya, seorang sahabatnya memberitahukan kepada Mochtar, bahwa ada sebuah bank yang lagi mengalami kesulitan.
Tanpa berpikir panjang, Mochtar pun menerima tantangan dan tawaran dari pemilik bank tersebut.
Pada saat itu, ia belum memiliki pengalaman di bidang perbankan.
Ia berhasil meyakinkan pemilik bank tersebut, dan akhirnya Mochtar mendapatkan kepercayaan untuk menjadi direktu di bank tersebut, yang bernama Bank Kemakmuran.

Setelah berjalannya waktu, Mochtar terus mempelajari dunia perbankan.
Namun mau tidak mau, ia harus mengakui bahwa ia belum mampu memimpin bank tersebut.
Ia mengatakan hal tersebut kepada semua karyawan Bank Kemakmuran.
Ia kemudian meminta kesempatan kedua kepada Andi Gappa, pemilik Bank Kemakmuran.
Ia memulai lagi, tapi kali ini ia ingin bekerja dari dasar.
Andi Gappa selaku pemilik pun menyetujuinya.

Kemudian Mochtar kembali bekerja keras dan tekun, untuk menyehatkan bank nya.
Ia memanggil guru privat akuntansi untuk mengajarinya lebih baik dalam dunia perbankan.

Berkat kerja kerasnya, setelah berjalan 1 tahun kepemimpinannya di Bank Kemakmuran, ia pun berhasil membuat perbaikan di segala bidang di Bank Kemakmuran.
Bank yang dulu mengalami banyak masalah, kini berubah menjadi bank yang sehat dan berkembang pesat.

Mochtar lalu meneruskan karirnya ke Bank Buana.
Di Bank Buana, ia menghadapi rintangan yang hampir berujung pada kegagalan.
Pada saat itu, banyak bank yang tutup.
Penyebabnya adalah karena pada saat itu, Indonesia tengah dilanda krisis ekonomi.
Namun, berkat kerja kerasnya, Mochtar berhasil menorehkan prestasi yang gemilang.
Bank Buana berhasil bertahan, dan bangkit.

Pada tahun 1971, ia pindah lagi ke Bank Panin.
Bank Panin merupakan gabungan dari Bank Industri Jaya, Bank Industri Dagang Indonesia, dan Bank Kemakmuran.

Empat tahun kemudian, ia bergabung dengan Bank Central Asia.
Di BCA, Mochtar menduduki sebagai penentu kebijakan.

Setelah 6 tahun di BCA, ia mendapat informasi bahwa Bank Perniagaan Indonesia, milik Haji Hasyim Ning, tengah mengalami kemerosotan.
Mendengar hal itu, Mochtar secepatnya membeli sebagian sahamnya.
Mochtar pun meninggalkan BCA, dan beralih ke Bank Perniagaan Indonesia.

Sekali lagi, berkat kepiawaiannya, ia mengubah Bank Perniagaan Indonesia menjadi bank yang sehat.
Dua tahun kemudian, Mochtar menggabungkan (merger) Bank Perniagaan Indonesia dengan Bank Umum Asia, dan berubah nama menjadi Lippobank.

Mochtar Riady sempat membuat dunia perbankan tercengang dengan kepiawaiannya dalam merubah bank yang sakit, menjadi bank yang sehat.
Atas kepiawaiannya ini, ia memperoleh julukan sebagai “The Magic Man of Bank Marketing”.

Mochtar mengungkapkan, bahwa kepiawaiannya dalam memperbaiki bank-bank tersebut, berkat prinsip hidupnya : yaitu : “Lie Yi Lian Dje”.
Artinya adalah :
Lie = ramah
Yi = memiliki karakter yang baik.
Lian = kejujuran
Dje = memiliki rasa malu.

Ketekunan dan kecekatannya membawa dirinya meraih sukses dalam bisnis perbankan, seperti impiannya sejak kecil.

Pada saat November 1995, Bank miliknya, Bank Lippo, mengalami kalah kliring, secepatnya mOchtar mampu mengatasinya dengan cekatan.
Akhirnya masalah itu pun berakhir, dan Bank Lippo kembali bersinar.

Saat ini, Mochtar telah mengembangkan sayap bisnisnya ke sektor Securities, Finance, Investment Management, Asuransi, sektor industri (pembuatan komponen otomootif dan elektronik), batu baram porselen, dan semen industri.
Bidang properti dan urban development pun tak luput dari perhatiannya.
Ia memiliki bisnis kawasan industri, pusat hiburan, perumahan, perkantoran, dan lain-lain.
Bahkan sektor jasa pun telah digarapnya, seperti rumah sakit, hotel, bisnis ritel, sekolah/ lembaga pendidikan, rekreasi, dan masih banyak lagi.

Ia kini telah memiliki lebih dari 50 anak perusahaan.
Selain di Indonesia, bisnisnya juga ada di Asia Pacific, seperti di Fujian, Guang Zhou, Shanghai, dan Hong Kong.
 
Idaho Web Design Tools
 Privacy    Terms & Conditions    FAQ    About Us    RSS Feed    SiteMap Copyright © 2008