| Daftar Artikel | Cari Artikel | Lebih banyak artikel tentang Success Story : Marketing | Artikel lain yang ditulis oleh |
Jejak Kisah : Chairul Tanjung (Pemilik Para Group) |
| by - 03/06/2009 |
 |
| |
"Karena terkendala biaya kuliah, Chairul pun terdorong untuk merintis usaha.
Mulai dari berdagang buku kuliah stensilan, sepatu, kaos, dan barang lainnya, ia lakukan.
Ia pun lihai dalam menawarkan dagangannya kepada temannya di kampus.
" |
| |
Chairul Tanjung lahir di Jakarta, pada tanggal 18 Juni 1962.
Ia merupakan anak dari seorang wartawan pada saat orde lama, yang bernama A.G. Tanjung, dan ibunya bernama Halimah.
Ia merupakan anak yang jujur, rajin, dan cerdas.
Keluarganya cukup berada.
Ia tidak kenal lelah.
Berbekal kerja keras dan pantang menyerah, ia merintis usahanya dari nol, kemudian disulapnya menjadi perusahaan yang sangat besar.
Pada tahun 1981, Chairul Tanjung masuk ke Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.
Karena terkendala biaya kuliah, Chairul pun terdorong untuk merintis usaha.
Mulai dari berdagang buku kuliah stensilan, sepatu, kaos, dan barang lainnya, ia lakukan.
Ia pun lihai dalam menawarkan dagangannya kepada temannya di kampus.
Setelah cukup lama, Chairul berhasil membuka sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium, bernama CV Abadi Medical dan Dental Supply, di wilayah Senen Raya, Jakarta Pusat.
Namum usahanya ini gagal, ia harus gulung tikar.
Pada tahun 1985, beralih sebagai kontraktor.
Pada saat itu, kuliahnya belum selesai.
Ia berhasil menggarap beberapa proyek pemerintah maupun swasta.
Proyeknya antara lain : Unit Perawatan Thalesemia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Setelah itu, beberapa bidang usaha pernah digelutinya. Namum hasilnya kurang menggembirakan.
Kemudian ia membangun pabrik sepatu bersama temannya.
Ia mendapatkan bantuan modal dari Bank Exim, sebanyak Rp 150 juta.
Modal itu digunakannya untuk membeli mesin jahit.
Perusahaan itu bernama PT. Pariarti Shindutama, yang didirikan pada tahun 1987.
Ia banyak memperoleh pesanan dari Italia, sebanyak 160 ribu pasang sepatu.
PT Pariarti Shindutama membawanya pada kesuksesan.
Chairul dan rekannya terus melebarkan sayap bisnisnya ke sektor lain, yaitu sandal, properti, dan industri genting.
Bisnis-bisnisnya itu pun juga berhasil gemilang.
Suatu ketika, karena perbedaan visi mengenai perluasan usaha, terpaksa Chairul memilih untuk keluar.
Ia memutuskan untuk menjalankan usahanya sendiri.
Ia mulai berkomitmen untuk fokus pada ketiga pilar bisnisnya, yaitu : Keuangan, Properti, dan Multimedia.
Pada tahun 1996, Chairul mengambil alih kepemilikan Bank Tugu.
Ia kemudian mampu merubah bank yang mengalami masa kritis, menjadi bank yang sehat kembali.
Chairul kemudian mengubah nama bank tersebut menjadi Bank Mega.
Pada masa krisis, tahun 1997-1998, bisnis Chairul malah melaju kencang.
Pada saat itu, kebanyakan Bank tidak dapat memberikan kredit, sebaliknya Chairul dengan mudahnya memberikan suntikan modal kepada mereka.
Bahkan pada saat itu, Chairul dapat mengucurkan modal kepada perusahaan besar dalam jumlah miliaran rupiah.
Kini Bank Mega merupakan salah satu bank papan atas di Indonesia.
Setelah suskes di bidang perbankan, Chairul merambah ke sektor asuransi jiwa dan kerugian, dengan mendirikan Mega Insurance.
Hingga kini, Chairul telah memiliki bisnis di bidang properti, dengan membangun Bandung Supermall, dengan luas kurang lebih 3 hektare, pada tahun 1999.
Pada tahun 2001, Chairul mendirikan TransTV, hingga memiliki 18 menara yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Atas keberhasilannya, ia pernah memperoleh penghargaap sebagai ”The Rising Star”.
Ia menduduki posisi ke-18 sebagai orang terkaya di Indonesia, versi majalah Forbes Asia, pada tahun 2007, dengan total kekayaan sebanyak USD 450 juta.
Di bawah bendera Para Group, Chairul telah memiliki aneka bisnis.
Mega Global Finance (MGF), meliputi Bank Mega, Mega Insurance, Bank Syariah Mega Indonesia, Mega Life, PARA Financing, Mega Capital Indonesia.
Trans Corpora, meliputi sektor media, lifestyle dan entertainment. Di dalamnya terdiri dari TransTV, Trans-7, Trans Lifestyle, Trans Coffe, PT. Bara Bali.
Total karyawannya mencapai 6000 orang.
Chairul juga tidak lupa dengan kegiatan sosial.
|
| |
|