The PROFESSIONAL

- Info Lowongan Kerja -

Bahasa Indonesia English
Cari Lowongan Kerja  :

Login Pencari Kerja

Alamat Email

Kata Kunci




Lupa Kata Kunci ?

Pendaftaran

Upcoming Events



facebook lowongan kerja     twitter lowongan kerja

 
Detail Artikel
Daftar Artikel | Cari Artikel | Lebih banyak artikel tentang Kisah Sukses | Artikel lain yang ditulis oleh


Kisah Sukses : BILL WILLIAM HENRY GATES - (Microsoft -Windows -Orang Terkaya di Dunia)

by - 23/09/2010
 
"“One thing I love about this [decade] is this is a period where the reality is driving the expectation.”
"
 
William Henry Gates III lahir pada tahun 1955, anak kedua dari tiga
bersaudara dalam keadaan sosialnya terkemuka di Seattle, Washington.
Ayahnya seorang pengacara dengan perusahaan yang punya banyak
koneksi di kota, dan ibunya seorang guru, yang aktif dalam kegiatan
amal. Bill seorang anak yang cerdas, tetapi ia terlalu penuh semangat dan
cenderung sering mendapat kesulitan di sekolah. Ketika berumur sebelas
tahun, orangtuanya memutuskan untuk membuat perubahan dan
mengirimnya ke Lakeside School, sebuah sekolah dasar yang bergengsi
khusus bagi anak laki-laki.

Di Lakeside itulah pada tahun 1968 Gates untuk pertama kalinya
diperkenalkan dengan dunia komputer, dalam bentuk mesin teletype yang
dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu.
Mesin ini, yang disebut ASR-33, keadaannya masih pasaran. Pada
pokoknya ini sebuah mesin ketik yang ke dalamnya siswa bisa
memasukkan perintah yang dikirimkan kepada komputer; jawaban
kembali diketikkan ke gulungan kertas pada teletype. Proses ini
merepotkan, tetapi mengubah kehidupan Gates. Ia dengan cepat
menguasai BASIC, bahasa pemograman komputer, dan bersama dengan
para hacker yang belajar sendiri di Lakeside, ia melewatkan waktu berjam-
jam menulis program, melakukan permainan, dan secara umum
mempelajari banyak hal tentang komputer. “Ia adalah seorang
‘nerd’ (eksentrik),” sebagaimana salah seorang guru memberikan Gates
julukan itu.

Sekitar tahun 1975 ketika Gates bersama Paul Allen sewaktu masih
sekolah bersama-sama menyiapkan program software pertama untuk
mikrokomputer. Seperti cerita di Popular Electronics mengenai “era
komputer di rumah-rumah” dan mereka berdua yakin software adalah
masa depan. Inilah awal Microsoft. Komunikasi yang sederhana: Paul dan
Gates membicarakan coke dan pizza. Tidak ada orang yang
memperhatikan sungguh-sungguh pendapat kami. Semuanya berubah
dalam dua dekade terakhir.

Gates masih tetap menyukai junk food, tetapi ia juga menghabiskan
waktu dua jam sehari membaca dan menjawab electronic mail yang
dikirim 15.000 karyawan Microsoft. Selain itu banyak sekali e-mail dari
dari luar Microsoft.

Pertanyaan beragam, mulai dari bagaimana pengalaman orang
berkeluarga (menyenangkan!), film apa yang saya sukai (Schindler’s List
dan Shadowlands), sampai pertanyaan rumit yang harus membuka dulu
buku untuk bisa menjawabnya (dan kebetulan saja juga menulis buku!).
Persoalannya, Gates menghabiskan waktu sepanjang hari menjawab
e-mail dan berceramah atau mengelola perusahaanya. Gates mencoba
menjalankan keduanya, tetapi ia tidak berkesempatan banyak
berkomunikasi dengan kelompok yang beragam dan banyak sekali e-mail
yang tidak sempat dijawab. Gates senang sekali menulis karena melalui
tulisan ini membuatnya bisa berkomunikasi dengan kelompok yang lebih
beragam tanpa harus teredit hingga terpotong-potong atau tersaring oleh
persepsi seseorang. Kenyataannya tidak semua pertanyaan diajukan
melalui e-mail. Kadang orang mencegat Gates di Bandar udara atau
mendesaknya untuk menjawab pertanyaan di pameran-pameran
komputer atau anak Sekolah mengirim surat kepadanya.

Seorang mahasiswa baru-baru ini menanyakan satu pertanyaan yang
penting untuknya. Yang ingin diketahuinya bukanlah sesuatu yang sangat
filosofis, seperti yang mungkin Anda duga misalnya mengenai ekonomi
pasar bebas.

Ia hanya ingin tahu, “Apakah Gates sudah terlambat terjun ke industri
software dan membangun sebuah perusahaan kemudian menjadi kaya?”.
Gates senang mendapat pertanyaan itu dan jawabannya selalu sama,
“Inilah saatnya terjun ke bisnis software.”

Gates tidak mengatakan Anda bisa membangun Microsoft lainnya.
Tetapi paling tidak Anda bisa mendapatkan omset penjualan dua juta
dolar setahun dengan menjual 10.000 kopi produk senilai 200 dolar AS.
Cukup lumayan dan bisa terjadi kapan saja.

Karena Gates ingat bagaimana menariknya memulai sebuah
perusahaan software, ia juga menikmati cerita keberhasilan orang
lainnya. Perusahaan software yang kecil selalu perlahan-lahan
memulainya. Perusahaan dimulai dari seseorang yang memiliki gagasan.
Ia, pria atau wanita, mencari beberapa teman yang tahu bagaimana
membuat program dan mereka kemudian menelorkan sebuah produk.
Banyak sekali karya kesenian yang mereka lakukan karena mereka
peduli dengan pekerjaan itu. Biasanya mereka membuat produk untuk
satu pelanggan dan karena hasilnya memuaskan, mereka segera
mendapat pembeli lainnya.

Jika Anda ingin memulai sebuah perusahaan, strategi utamanya
temukan lingkungan sosial yang pas. Lupakan keinginan menciptakan
program pengolah kata untuk menulis, atau program spreadsheet untuk
menganalisis keuangan, atau produk utama lainnya yang saingannya
sudah banyak. Sebaliknya, ciptakan produk yang bisa menolong
penggunanya mengerjakan pekerjaan spesifik atau bisa memberikan
informasi praktis dalam bidang seperti obat-obatan, asuransi, akunting,
arsitektur atau bidang pemerintahan. Software seperti itu mendatangkan
peruntungan yang kecil-kecilan.

Jika Anda tidak puas dengan peruntungan yang kecil-kecilan itu, Anda
harus sampai pada tahapan peralihan generasi. Kali ini mahal dan
berisiko.

Setiap beberapa tahun satu generasi teknologi memberikan jalan
baru. Ingat munculnya IBM PC di awal tahun 1980-an. Microsoft bertaruh
IBM PC akan menjadi penting. Kemudian Microsoft menciptakan sistem
operasi MS-DOS untuk IBM PC. Hasilnya Microsoft menjadi pelopor dalam
software sistem operasi. Tidak ada yang pernah mendengar mengenai
Lotus sampai satu pemikiran cemerlang melaksanakan perubahan
generasi menciptakan Lotus 1-2-3 spreadsheet pertama yang dirancang
khusus untuk IBM PC.

Apple’s Macintosh dan Microsoft Windows adalah sang pemenang
selanjutnya, ketika dunia menginginkan pengolahan grafik dan
meninggalkan program lama yang hanya menampilkan teks.
Untuk mendapatkan kemenangan besar, Anda pun harus
mengonsentrasikan diri pada perubahan generasi, sesuatu yang diabaikan
perusahaan besar. Dan taruhannya mahal sekali. Baru-baru ini sejumlah
wiraswastawan berspekulasi software yang bisa digunakan pemakai
komputer dengan cara menulis dengan tangan, bukan lagi menekan pada
huruf, akan menjadi generasi baru software pengolah kata ada
spreadsheet.

Mereka memulai menciptakan produk baru yang mereka pikir akan
memenangkan persaingan. Mereka salah. Suatu spekulasi besar. Apa
yang harus saya anjurkan pada seorang mahasiswa yang ingin menjadi
wiraswastawan software?

Pelajari untaian sebuah perusahaan yang sudah ada.
Carilah lingkungan sosial Anda sendiri.
Berhubunganlah dengan modal ventura.
Temukanlah orang yang cerdas.
Dan jangan lupakan coke dan pizza.
Percayalah, akan ada banyak pekerjaan di malam yang larut.

Sumber : www.microsoft.com/billgates/bio.asp

 
comments powered by Disqus
  Home     About Us     Privacy     Terms & Conditions     FAQ     RSS Feed     SiteMap     Contact Us             Jual Beli Diskon         Forum     Copyright © 2012